Selasa, 30 Januari 2018

CERITA DISKUSI ILMIAH IMAM SYAFI'I

SUDAH ADA AL QUR'AN DAN HADIS KENAPA MASIH HARUS IKUT ULAMA

(Cerita ini cuplikan dari
kitab سير اعلام النبلاء ,karya Imam Adz-Dzahabi)

Hari itu majlis Imam Syafi'i terasa begitu indah karna dipenuhi permata dan mutiara yang keluar dari kalam-kalam hikmah dan nasehat sang Imam.

Tatkala murid-murid serta para pecinta Imam Syafi'i sedang asik dan bergembira menatap sang Imam dan mencermati nasehat-nasehat, tiba tiba datang  orang tua yang berpakaian layaknya orang berilmu, kemudian ia duduk mendekati Imam Syafi'i, maka sang Imam pun memandang dari pakaiannya nampak seperti seorang yang berilmu dan terlihat mulia.

Orang tua itu bertanya kepada Imam Syafi'i dengan keras seakan berharap Imam tidak bisa menjawab pertanyaannya "wahai Imam Syafi'i aku hendak bertanya kepadamu?" Jawab Imam lembut kepadanya "silahkan, sebutkan apa pertanyaanmu" orang tua itu pun melontarkan pertanyaannya "wahai Imam apa referensimu ketika kau berbicara tentang agama" maka jawab Imam dengan tegas "aku mengambil argumen agama dari Al Qur'an" kemudian orang itu pun mulai menimpali dengan pertanyaan selanjutnya "terus bagaimana seandainya tidak kau temukan dalam Al Quran?", Jawab Imam Syafi'i tanpa ragu "seadainya tidak ku temukan dalam Al Quran, atau ada didalam Al Qur'an akan tetapi aku tak memahaminya, maka akan kukembalikan kepada Hadis Rasulullah Saw." Mendengar jawaban itu orang tua tersebut terlihat masih belum puas dengan jawaban sang Imam, lalu melontarkan pertanyaan selanjutnya "selain Al Qur'an dan Hadis apakah kamu memutuskan hukum dengan hal yang selain dua itu?" sang Imam pun menghela nafas "ya, aku memutuskan suatu hukum tatkala tak kudapati didalam Al Qur'an dan tak kupahami dalam Hadis, maka aku akan memutuskan dengan ittifaq(pendapat mayoritas) ulama" melihat ada sedikit celah, orang tua itu pun mulai menyerang Imam dari perkataannya "lantas atas dasar apa engkau berani memutuskan hukum dengan ittifaq ulama, bukankah sudah cukup kalau kita hanya berpegang dengan Al Qur'an dan Hadis nabi Saw." Mendengar pertanyaan yang di lontarkan orang tua itu, Imam Syafi'i termenung sejenak memikirkan pertanyaan tersebut, bahkan sampai Imam Syafi'i memikirkannya dalam durasi yang cukup lama, karna rasa takut beliau manakala salah dalam menyampaikan dan ia pun tak mau memutuskan sesuatu dengan tergesa-gesa tanpa pemikiran yang matang.

Orang tua itu pun berkata dengan sombong nya "wahai Imam akan kutunggu selama tiga hari jawaban darimu tentang permasalahan yang barusan kita bicarakan, aku harap jawaban darimu memang sesuai dengan Al Qur'an, jikalau jawaban mu tak sesuai dengan Al Qur'an maka alangkah bagusnya kamu segera untuk bertaubat kepada Allah atas kesalahanmu karna telah mengambil hukum dari selain Al Quran dan Hadis"
Mendengar perkataan itu wajah Imam Syafi'i pun menjadi merah padam, beliau segera berdiri dan meninggalkan lelaki tua itu untuk menenangkan diri, sampai-sampai beliau tidak keluar dari rumahnya kecuali pada hari ketiga, lebih tepatnya diwaktu antara dzuhur dan ashar.

Imam Syafi'i mulai melanjutkan majlis seperti biasa, sampai datang orang tua kemarim menemui Imam Syafi'i.
Dengan sombongnya berkata "bagaimana sudah bisakah kau menjawab pertanyaan kemarin setalahku beri tempo selama tiga hari untuk memikirkan matang matang jawabanmu? "
Imam Syafi' menghela nafas menjawab pertanyaan orang tua "lya, sekarang Aku akan menjawab pertanyaanmu" kemudian Imam Syafi'i membacakan ayat suci Al Qur'an
"وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا"
Artinya : Dan barangsiapa menentang Rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka Jahanam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali. (Q.S An-Nissa 115)

Imam Syafi'i lalu menjelaskan ayat yang dia baca "dari sana kita bisa mangambil kesimpulan bahwa tatkala Al Qur'an dan Hadis belum bisa kita tangkap secara sempurna, maka salah satu jalan dalam mengambil hukum dengan perpegang kepada keputusan para ulama, maka tidak ada jalan lain kecuali berhukum dengan mereka adalah suatu keharusan" orang tua itu pun mulai merasa kalah statement dan malu di depan orang banyak, yaa mau tak mau akhirnya dia pun harus mengakui kealiman Imam Syafi'i dalam berijtihad. "ya, kuakui apa yang kausampaikan itu memang benar" kemudian orang tua itu pun bergegas meninggalkan majlis Imam Syafi'i.
Setelah orang tua itu pergi barulah beliau menjelaskan tentang perihal kenapa tidak terlihat keluar rumah semenjak perdebatan hari itu "selama tiga hari tiga malam, kuhabiskan waktu untuk membaca Al Qur'an sampai aku temukan dalil yang menjadi penerang permasalahan ini"

............................

Silahkan berdiskusi merumuskan masalah, tapi jangan sampai menjadi debat yang tak beraturan

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”. (QS. An-Nahl : 125)

@Mohamed Adam (Mar"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar